Kondisi umat Yahudi sebagai umat pilihan Allah dalam jaman ke jaman berada seringkali dalam kondisi yang tragedi dari: perbudakan, kekalahan dalam perang, pembuangan. Dalam kondisi yang silih berganti tragedi dialami bangsa Yahudi membuat mereka menyadari bahwa "Shallom" akan menjadi kenyataan hanya dengan campur tangan Tuhan Allah secara langsung menghadirkan hukuman musuh-musuh mereka, pemulihan yang dasyat. Tibanya hari pembalasan dan pemulihan ini sebagai harinya Tuhan. Namun dari waktu ke waktu, harinya Tuhan masih terus jadi misteri Allah bahkan sampai saat kini.

Ditengah situasi kekinian kita juga masih terus berharap dan menunggu pada kedatangan harinya Tuhan. Kita juga bisa dalam kondisi yang sangat tidak menyenangkan, tragedi demi tragedi kita hadapi di dalam hidup kita. Tragedi seperti: kehilangan, kedukaan, kesakitan, kegagalan ataupun dianiaya, dihina dan direndahkan. Tragedi dalam hidup kita menempatkan kita pada persimpangan akan harapan karya Allah. Bahkan pada harinya Tuhan. Tidak sedikit orang-orang yang berharap dan berkata agar segera dipanggil Tuhan agar lepas dari masalah dan kesakitan. Ketika orang dalam kondisi yang tragis dan emosional kadang suka berkata: "aku mau mati saja" atau "Kapan sih saya dipanggil Tuhan."

Oleh karena itu bagaimanakah kita harus hidup dimasa sekarang, saat dimana kita menantikan kedatangan Tuhan:
Hiduplah dalam pengharapan:
Kita tidak dapat menghindar dari penderitaan namun Tuhan Yesus akan menopang kita.

Hidup dalam kearifan:
Dalam tragedi kehidupan bisa berdampak peda kebimbangan dan kebingungan dimanakah jalan atau jalan keluar yang harus ditempuh. Dalam mencari jalan keluar kita tidak dapat mengandalkan manusia, siapapun mereka. Kita hanya harus mengandalkan Roh kudus yang membimbing dan menuntun pada jalan yang seharusnya kita tempuh.

Mari saudara-saudari di masa jaman akhir ini dimana kita masih menantikan kedatangan Tuhan Yesus kita terus menghidupi keyakinan iman bahwa Tuhan Allah yang akan menyelamatkan dan memberikan nasehat serta pengajaran dalam Roh Kudus yang pasti menuntun kita kedalam jalan yang benar dan sukacita.