Pada umumnya kecenderungan manusia adalah melibatkan diri di dalam kegiatan yang menguntungkan dirinya. Seseorang memilih partai tertentu untuk bisa mencalonkan diri menjadi anggota dewan atau bergabung menjadi relawan Paslon Capres-Cawapres tertentu dengan harapan kalau menang nanti bisa mendapatkan jabatan/kedudukan. Demikian pula dalam kegiatan sosial/organisasi kemasyarakatan termasuk juga di gereja. Namun sebagai murid Kristus kita harus memiliki dasar pemahaman yang khusus ketika kita bergabung maupun terlibat dalam suatu komunitas khususnya di dalam gereja. Kita harus menemukan apa yang menjadi panggilan kita untuk dilakukan bagi kemuliaan nama Tuhan.

Bacaan Injil Yohanes 1:43-51 merupakan rangkaian perikop tentang pemanggilan murid-murid Yesus yang pertama. Ketika Yesus memanggil murid-murid-Nya yang pertama, Ia diperkenalkan penulis Injil Yohanes bukan sebagai pemimpin besar yang sukses melainkan sebagai Anak Domba Allah (ay.36). Istilah Anak Domba berkaitan erat dengan kurban kepada Allah. Artinya makna dan tujuan kehadiran Yesus sudah dinyatakan. Pertemuan Yesus dengan para murid-Nya yang pertama terjadi dengan tidak disangkasangka. Andreas, hanya dengan mendengar ucapan: "Lihatlah Anak Domba Allah". Simon Petrus, dihampiri-Nya; dan diberi nama "Kefas" (= batu karang). Filipus diajak-Nya: "Ikutlah Aku!" Natanael, hanya dengan dilihat oleh-Nya saat berdiri di bawah pohon ara mengakui-Nya sebagai Raja orang Israel.

Rangkaian pemilihan/pemanggilan para murid tersebut membuktikan bahwa setiap orang yang datang kepada-Nya karena Allah telah terlebih dahulu berinisiatif memanggil, membuka jalan dan memberikan kesempatan. Respons mereka pun bukan sekedar menunjukkan keterpukauan kepada diri Yesus, pengajaran, maupun tindakan-Nya melainkan wujud iman kepada-Nya. Yesus bahkan menegaskan kepada Natanael bahwa ia akan "melihat hal-hal yang lebih besar lagi dari pada itu" (ay.50). Tentunya ketika mereka menyerahkan hidupnya menjadi pengikut Kristus dan bukan hidup untuk dirinya sendiri. Pelajaran penting dari inisiatif Allah ini adalah bahwa pengenalan kita kepada Kristus akan mendorong kita untuk percaya penuh dan mau bersaksi tentang Dia dan karya-Nya.

Hidup kita adalah adalah milik Kristus karena Ia sudah berkurban nyawa bagi keselamatan kita. Marilah kita menghidupi panggilan yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing dimana saat ini kita berada beserta dengan peran/tugas yang dipercayakan kepada kita. Selain itu kita juga mesti tetap mengingat panggilan kita bersama di tengah bangsa Indonesia yang saat ini sedang mempersiapkan suksesi kepemimpinan 5 tahunan dalam Pilpres yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang. Sebagai saksi-saksi Kristus mari kita gunakan hak pilih (bagi yang sudah memenuhi syarat) secara arif dan bijaksana sebagai bukti nyata bahwa kita turut membangun kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski bisa berbeda pilihan, marilah kita terus berpartisipasi aktif untuk menjaga kerukunan dan kedamaian dalam pesta demokrasi ini. Tuhan beserta kita senantiasa.

- Pdt. Adi Cahyono -