Minggu ini adalah Minggu Paskah ke-7 yang merupakan penutup dalam rangkaian peringatan peristiwa seputar kematian dan kebangkitan Yesus yang disebut sebagai Masa Raya Paskah. Rangkaian peristiwa yang terjadi setelah Yesus bangkit sampai kepada kenaikan Yesus ke sorga merupakan momen penting bagi para murid Yesus untuk mendapatkan konfirmasi tentang Yesus Sang Mesias melalui karya pelayanan dan tentunya pengajaranNya yang menjadi firman Tuhan.

Bacaan Injil Yohanes 17:6-19 merupakan rangkaian doa Yesus yang diucapkan sebagai penutup dari rangkaian perkataan dan perbuatan yang Ia lakukan pada malam terakhir sebelum Ia ditangkap. Dalam kalender gerejawi, setiap tahun doa Yesus dibacakan sebagai bacaan ketiga. Yesus menjadikan doa bagi para murid sebagai penutup. Hal terakhir yang Yesus doakan agar terjadi adalah sebuah perlindungan bagi para murid selagi masih ada di dalam dunia.

Yesus berdoa bukan supaya para murid diangkat dari dunia sehingga lepas dari tantangan dan godaan si jahat dalam dunia, melainkan supaya Bapa melindungi mereka dari pada yang jahat (ay.15). Para murid dilindungi dari kejahatan dengan cara membuat mereka berada dalam ketaatan kepada firman (ay.17- 19). Mereka hidup bukan menurut apa yang mereka pikir baik dan benar, tetapi mereka diarahkan untuk senantiasa mencari kebenaran firman Allah (ay.14). Ketika Yesus sudah tidak ada di dunia, maka melalui firmanNya para murid bisa tetap beriman dan percaya kepada Tuhan. Ketika para murid hidup dalam kebenaran itulah, maka mereka dapat bersatu dengan Bapa dan Anak dan bukan dengan kejahatan yang ada di dalam dunia (ay.21). Itulah yang menjadi doa Yesus agar sukacitaNya menjadi penuh dalam diri para murid (ay.13).

Dengan demikian ketika orang yang percaya dan hidup setia dalam firman dan kebenaran Tuhan akan beroleh sukacita. Sebab orang beriman terpelihara dan dilindungi dari yang jahat yang pada akhirnya memperoleh hidup yang kekal dan bukan kebinasaan. Oleh sebab itu mari kita terus dengan setia dan bersemangat menjadi murid Kritus yang mau terus belajar dari Sang Guru dan memegang prinsipprinsip iman yang Yesus ajarkan. Lalu dengan sungguh-sungguh menerapkannya di tengah kehidupan dunia yang dikelilingi dengan godaan si jahat. Inilah yang akan menjadi kesaksian dan pewartaan Injil di masa kini dan nanti sampai Yesus datang kedua kali. Tuhan memberkati.



- Pdt. Adi Cahyono -