Orang Kristen diajarkan untuk mengasihi semua orang alias sesamanya. Pertanyaanya adalah siapakah yang menjadi musuh kita kalau kita diminta mengasihi musuh? Dalam perjalanan kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial yang membuat manusia mesti berelasi dan berinteraksi dengan orang lain, maka suatu saat kita akan diperhadapkan pada situasi penolakan baik secara verbal maupun dengan tindakan agresif dimana secara langsung maupun tidak langsung dapat menyakiti, menyingkirkan kita dengan berbagai sebab atau alasan. Dalam situasi seperti itulah kita mengalami dimusuhi!
Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengajarkan untuk menyatakan kasih kepada sesama, termasuk kepada orang yang mungkin lebih pantas disebut musuh. Orang Kristen harus mengasihi dan mengampuni orang yang memusuhinya untuk menyatakan kasih bahkan melampauinya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Yesus menetapkan standar kasih yang sangat tinggi!
Yesus memberikan beberapa alasan mengapa orang Kristen harus membalas kejahatan dengan kebaikan. Pertama, orang jahat membalas kebaikan dengan kebaikan. Jika orang Kristen melakukan perbuatan baik karena ia diperlakukan baik, ia tidak lebih daripada orang berdosa (ay 32-33). Kedua, orang jahat melakukan kebaikan untuk mendapatkan balasan. Jika orang Kristen melakukan kebaikan karena motivasi untuk memperoleh kebaikan maka ia tidak beda dengan orang berdosa (ay. 34). Ketiga, Allah Bapa di surga memberikan kebaikan kepada orang berdosa yang sebenarnya tidak pantas diperlakukan sedemikian karena sikap mereka yang tidak tahu berterima kasih. Maka dengan sendirinya kita harus meneladani sikap Allah Bapa.
Kita harus berbuat baik kepada siapa saja, termasuk orang berdosa dan orang jahat sekalipun karena Allah telah menyatakan kebaikan-Nya lebih dulu kepada kita. Ia berkata bahwa kasih kita kepada orang lain haruslah setara dengan kasih Allah, yang juga baik kepada orang-orang jahat. Selain menyuruh kita untuk mengasihi kawan dan keluarga, secara tegas Yesus meminta kita untuk mengasihi musuh yang membenci kita dan bahkan yang merugikan dan melukai atau menyakiti kita. Tuhan memberkati senantiasa.
Pdt. Adi Cahyono