Pohon anggur senantiasa menjadi simbol dari gambaran kesuburan, kemakmuran dan segala keberkatan yang diberikan Tuhan. Dalam membacaan kita hari ini pohon anggur juga dipakai menjadi simbol dari relasi antara Allah dan umat-Nya. Pohon anggur dimana akan tumbuh dengan ranting-ranting yang saling melilit satu dengan yang lain akan memberikan kesan pohon yang rimbun. Namun untuk dapat berbuah pohon anggur harus mengalami pemangkasan rantingrantingnya sehingga dahan utama atau pokok pohon anggur akan tumbuh dengan baik dan mengeluarkan buah-buah anggur yang bertumbuh dengan baik. Hal ini terjadi karena buah anggur akan keluar dari dahan utama atau pokok anggur bukan pada ranting-ranting pohon anggur.

Yohanes 15:1-8 memberikan gambaran sebagai berikut:
1. Tuhan Yesus adalah pokok anggur yang benar; hal ini memberikan gambaran bahwa selain Tuhan Yesus ada juga yang tumbuh menjadi pokok anggur padahal tidak, hanya ranting-ranting yang tumbuh melilit pohon anggur. Didalam kehidupan kita bisa berhadapan bahkan mengalami dengan berbagai pengalaman, ajaran dll yang mengecohkan iman namun membawa kepada kehancuran seperti pengajaran-pengajaran sesat, ajakan-ajakan gaya hidup yang tidak baik, perdukunan dll.
2. Melekat kepada Allah memiliki syarat dimana setiap ranting yang tidak berbuah harus dipotong. Ranting-ranting yang tidak berbuah hanya akan mengambil nutrisi saja namun tidak menghasilkan buah (tidak berguna) oleh karena itu harus dipotong agar tidak menganggu perkembangan buah. Ranting-ranting yang tidak berguna dalam hidup kita seperti kebiasaan buruk, masalalu yang suram, keterlukakaan dimana hal tersebut tidak memberi manfaat bahkan bisa menghambat setiap kita berbuah harus dipotong atau ditinggalkan, jangan dipertahankan.
3. Berbuah didalam kehidupan kita adalah menghasilkan karya-karya didalam kehidupan, bisa didalam pelayanan gereja, rumah, tempat kerja dan masyarakat. Dari buahnya kita akan diperhitungkan kualitas hidup kita serta relasi kita dengan Tuhan Yesus. Namun perlu kita pahami bahwa buah itu bukan sekedar hal-hal yang materi; uang, jabatan, kuasa namun seberapa kita memberikan pengaruh dan membaharui kehidupan dengan yang positif dan benar dimata Tuhan Yesus. Karena buah akan memperlihatkan siapa dan kualitas hidup kita. amin

Pdt. Ima F. Simamora