Henry Francis Lyte (1793-1847) adalah seorang pendeta dari sebuah gereja yang miskin di perkampungan nelayan di Devonshire, Inggris. Kondisi di sana saat itu sangat tidak mendukung misi pelayanannya, namun ia tidak berkecil hati dan tetap teguh melanjutkan tugas-tugasnya. Ketika ia menulis syair lagu ini, ia tahu bahwa hidupnya tidak lama lagi. Penyakit tuberkulosis dan asma yang ia derita telah membuatnya merasa kesepian. Henry Lyte terpinspirasi dari bacaan Alkitab dalam kitab Lukas 24 ayat 29 yang berbunyi: Tetapi mereka sangat mendesakNya, katanya: “TInggalah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam”. Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka; bahwa mereka bertemu Yesus pada hari kebangkitanNya dan mereka mengundang Yesus untuk tinggal karena hari telah senja.
Kemudian pendeta yang telah lanjut usia ini tahu bahwa hidupnya pun telah “senja” namun ia bertekad kuat untuk menggunakan hidupnya sebaik-baiknya walaupun dalam kesakitan dan kesepiannya. Tak lama setelah ia menuliskan hymn ini, ia berkhotbah untuk terakhir kalinya. Saat itu Henry Lyte berada dalam kondisi yang sangat lemah sampai ia harus bersusah payah untuk mencapai mimbar khotbah (https://meneersjors.wordpress.com/ 2016/03/21/di-balik-lagu-lagu-yang-kita-nyanyikan/) Henry Francis Lyne menciptakan lagu yang menjadi Hyme yaitu “ Tinggal Sertaku” KJ 329. https://www.youtube.com/ watch?v=J1soQlcLMt0.
Dari kisah Henry Lyte kita bisa belajar bagaimana panggilan untk menjadi saksi karya Tuhan Yesus bagi kehidupan memang tidakmenyenangkan namun ada banyak sukacitanya. Sukacita yang lahir dari penghayatan dan menghidupkan kasih Tuhan Yesus dalam kehidupan keseharian. Tidak ada kata menyerah untuk menjadi saksi Kristus sekalipun kondisi berat dan tantangan berat. Tuhan Yesus terus menyertai. Tidak ada yang sia-sia ketika kita terus berusaha menjadi yang terbaik bagi Tuhan Yesus dan membaharui kehidupan. Kuncinya adalah menyatu dengan Tuhan Yesus,, terus berusaha dan merendahkan diri menyatu dengan Tuhan Yesus.
“ Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, didalam Aku dan Aku didalam Engkau, agar mereja juga didalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
(Yoh 17:21)
Pdt. Ima F. Simamora