Tren untuk menjadi viral dalam kehidupan sosial kita melalui merekam dan membagikan foto-foto atau video ke media-media sosial menjadi jalan untuk penerima, diakui dan terkenal. Penerimaan dalam dunia sosial menjadi penting bahkan bisa memacu daya saing dalam kehidupan sosial masyarakat. Siapa yang lebih diterima, siapa yang lebih banyak followernya, siapa yang lebih bagus, lebih viral dll. Jika pada kadar sewajarnya ya tidak masalah namun bila sudah sangat berlebihan bisa mengikis rasa kemanusiaan, konflik dan hancurnya tatanan sosial dalam nilai saling mengasihi, berbela rasa atau berempati. Seperti foto-foto atau video-video korban-korban kecelakaan, orang miskin dimana orang lain selain korban lebih suka merekam kejadian daripada menolong, belum lagi video-rekaman foto yang diedit dan dibagikan dapat menimbulkan penghinaan, konflik. Belas Kasih menjadi luntur.
“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Matius 9:13
Belas kasih yang sesungguhnya adalah anugerah dari Allah bagi kehidupan melalui Tuhan Yesus Kristus. Belas kasih yang tulus dan penuh cinta sehingga siapapun yang bertemu dengan Tuhan Yesus akan mengalami dan merasakan anugerah belas kasih Tuhan Yesus.
Bagaimana dengan kita sebagai murid Yesus, Apakah kita masih menghidupkan belas kasih dalam hidup keseharian kita?
Belas kasih Yesus bukan menjadikan diri Yesus terkenal, Belas kasih Yesus tidak terbatas dalam status siapapun akan mudah bertemu dan mengalami mujizat dari belas kasih Tuhan Yesus yang mengubahkan. Hal ini dialami oleh Matius dan para pemungut cukai yang bekerja sebagai penarik pajak Romawi, Perempuan pendarahan seorang yang “dinajiskan” karena sakitnya, kepala rumah ibadah; oleh karena imannya mengalami mujizat hidup kembali anaknya padahal semua orang yang hadir dirumahnya sudah yakin anak perempuannya sudah mati. Semua kisah ini mengambarkan belas kasih Yesus yang menyelamatkan. Belas kasih Yesus bisa berlaku dan mengubahkan kita asalkan kita memiliki iman yang teguh, mengikut-Nya dengan setia, menghadirkan berkat dan kasih kepada kehidupan dengan tulus yang bertujuan menghadirkan keselamatan bukan sekedar untuk bisa viral, diterima atau jadi terkenal dimata manusia. Sola-Gracia Deo
- Pdt. Ima Frontantina Simamora -