Menjamu tamu dengan mempersiapkan jamuan makanan dan minuman adalah menjadi kebiasaan yang dilakukan berbagai tempat. Seperti yang dilakukan oleh Martha yang berusaha mempersiapkan jamuan yang terbaik bagi Tuhan Yesus yang menjadi tamu. Martha dan Maria begitu antusias menerima Yesus. Namun kedua saudari ini berbeda sekali responnya: Martha menyiapkan jamuan sedangkan Maria duduk tenang “berdiam”. Disinilah menariknya: dari kedua respon menjamu Tuhan Yesus dari Martha dan Maria ternyata Tuhan Yesus senang dengan apa yang dilakukan Maria.

Apa yang dilakukan Maria dengan “ berdiam” duduk tenang di kaki Tuhan Yesus adalah dengan memberikan perhatian dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus. Apa yang dilakukan oleh Maria adalah tindakan hospitalitas tindakan yang menunjukkan sikap penerima, penghargaan dan keramahan kepada tamu yang datang. Sehingga tamu menjadi pusat perhatian yang diperhatikan bukan tuan rumahnya.

Coba bayangkan sikap Martha yang menyibukan diri dengan membuat jamuan dan memberikan jamuan yang terbaik namun begitu sangat sibuk. Bolak-balik, bolak-balik ambil ini-ambil itu sedangkan Yesus sebagai tamu duduk-diam sambil melihat tuan rumah yang bolak-balik menyiapkan jamuan untuk-Nya. Bagaimana bila kita dalam posisi Tuhan Yesus?.

Dari sikap Maria dan Martha kita bisa belajar bagaimana menerima tamu atau lebih dalam lagi bagaimana kita “ menjamu” Yesus dalam hidup kita. Tuhan Yesus mengharapkan kita bersikap seperti Maria. Sikap Maria yang memberikan penerimaan dan memberikan jamuan dengan sikap berdiam, menemani Tuhan Yesus. Sikap berdiam dengan memberikan waktu yang khusus dan menjadi pendengar yang tenang menyimak apa yang diceritakan oleh Tuhan Yesus.

Dalam relasi kita dengan Tuhan Yesus khususnya pada saat ini dimana kehidupan sedang membutuhkan perhatian dan dunia digital yang membuat kita memiliki ketergantungan alat digital. Hidup kita begitu sibuk, disibukan dengan urusan rumah tangga, pekerjaan, anak-anak, tuntutan kebutuhan, pelayanan bahkan pertemanan. Rasanya waktu kita begitu tersita dan semakin sedikit segala sesuatu begitu terburu-buru.Dari kita Tuhan Yesus dengan Maria dan Martha kita bisa mengambil pelajaran:

  1. Tuhan Yesus menghendaki kita memiliki waktu khusus untuk berdiam bersama Tuhan Yesus. Berdiam dengan kerendahan hati mendengarkan suara-Nya. Suara-Nya yang menjadi anugerah dan berkat membalut keletihan kita dan membawa kita pada jalan keluar dari persoalan kehidupan yang menimpa kita.
  2. Tuhan juga mau kita mengembangkan sikap seperti Maria yang menjamu tamu dengan sikap hospitalitas: memberikan perhatian kepada tamu dengan ramah dan penerimaan yang tulus.

 

(Pdt. Ima. F. Simamora)